4 Cara Wajib Merawat Ternak Sehabis Inseminasi Buatan Pada Sapi
Pada inseminasi bikinan pada sapi, kunci berhasil inseminasi produksi selain kesehatan reproduksi ternak yang bagus dan sehat maka parameter sukses yang lain adalah kesuksesan ternak untuk bunting dan bisa melahirkan anak dengan kondisi yang sehat. Oleh alasannya adalah itu Anda dianjurkan untuk tekun mempertahankan indukan yang telah dijalankan inseminasi buatan agar tetap sehat selama masa kehamilan sampai melahirkan.
Anda mesti melakukan manajemen atau tata pelaksanaan peternakan inseminasi bikinan pada sapi sesuai dengan usulan. Hal ini dilaksanakan agar sapi yang bunting mampu mencicipi nyaman dan bisa melahirkan dengan baik, sehingga ternak sapi Anda mampu menghasilkan pedet yang berkualitas terbaik.
Proses inseminasi produksi pada sapi
Adapun beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam merawat indukan inseminasi produksi pada sapi supaya berhasil bunting dan kondisinya tetap sehat yakni selaku berikut:
Memperhatikan Kualitas Pakan
Pemenuhan nutrisi yang baik pada indukan betina yang sudah bunting sungguh memilih hasil anakan yang mau diperoleh. Umur riskan inseminasi bikinan pada sapi yaitu pada ketika 3 bulan pertama dan 3 bulan ketika menjelang melahirkan atau beranak. Pada ketika mirip itu Anda memerlukan beberapa perawatan khusus untuk dijalankan.
Ada baiknya bila indukan betina yang telah bunting dari hasil inseminasi bikinan pada sapi diberikan konsumsi pakan dengan kandungan P (phosphor) dan Ca (kalsium) yang cukup. Pemberian bagian tersebut cukup untuk perkembangan janin. Berikan juga serat bergairah dengan jumlah minimum 14%.
Menjelang proses beranak, indukan betina sapi sebaiknya Anda berikan pakan khusus ternak sapi agar proses kelahiran dapat berlangsung dengan mudah. Hindari tunjangan pakan dengan dengan kadar protein yang tinggi ketika menjelang melahirkan. Kami sarankan Anda memperlihatkan pakan dengan kandungan energi yang tinggi dan bisa ditambahkan dengan molase untuk memperlancar proses kelahiran.
Ketersediaan Air Minum
Air atau air minum adalah faktor penting dalam proses pencernaan setelah inseminasai bikinan pada sapi. Sehingga ketersediaan air minum harus selalu terus terpenuhi selama proses pemeliharaan indukan betina berlangsung. Pada dasarnya sapi adalah binatang yang mampu menertibkan sendiri konsumsi pakan dan air minumnya, hal tersebut untuk menjaga keseimbangan suhu badan demi kelancaran proses metabolismenya.
Tingkat konsumsi air pada tiap jenis sapi berlawanan – beda dan tergantung pula pada suhu, jenis pakan dan kelembaban lingkungan sekitar sangkar. Pada demam isu panas atau pada suhu yang tinggi konsumsi air minum sapi akan meningkat dan pada suhu yang rendah konsumsi air minum pada sapi akan menurun. Begitu pula jikalau pakan yang disantap oleh sapi banyak mengandung materi bernafsu maka konsumsi air minum akan meningkat begitu pula sebaliknya. Umumnya sapi memakan air minum sebanyak 60 liter perharinya.
Melakukan Latihan
Untuk memudahkan proses kelahiran pada sapi betina bunting, Anda mampu melatih sapi betina untuk berjalan – jalan di luar sangkar ternak sapi. Dengan banyak pergerakan atau latihan pada sapi, maka akan memperlancar peredaran darah pada ternak, memajukan kesehatan pada ternak dan sekaligus memperkuat otot bagian perut dan tubuh bab belakang pada sapi betina. Lakukan latihan paling tidak selama 1 jam per harinya.
Jika Anda tidak melakukan latihan secara berkala maka akan besar lengan berkuasa terhadap otot – otot rahim. Otot rahim tidak akan besar lengan berkuasa untuk melaksanakan konstraksi sehingga meyebabkan janin akan susah untuk keluar, ari – ari akan tertinggal di dalam rahim dan indukan akan lemas karena kehabisan tenaga. Untuk memperkuat tulang – tulang pada indukan sapi betina Anda bisa menjemur indukan pada pagi hari.
Pada indukan bunting hasil inseminasi bikinan pada sapi dengan umur 8 bulan era kehamilan, sapi mampu Anda tempatkan pada kandang bersama satau kandang komunal khusus sapi bunting. Namun kalau umur kehamilan diatas 8 bulan maka sapi bisa Anda tempatkan pada kandang individu. Hal ini dimaksudkan supaya Anda bisa dengan gampang melakukan perawatan pada ketika sapi akan beranak.
Menjaga Kebersihan Dan Kesehatan Sapi
Pada hasil inseminasi produksi sapi yang bunting sangat beresiko terkena penyakit booming yang bisa menimbulkan terjadinya inveksi. Inveksi pada uterus mampu merambat pada plasenta dan calon anakan (fetus). Akibatnya anakan yang dilahirkan akan dalam kondisi lemah sesudah dilahirkan dan bisa menimbulkan kematian pada pedet. Oleh alasannya adalah itu aspek kebersihan baik itu kebersihan sapi dan kebersihan sangkar harus Anda amati secara terencana.
Mandikan indukan yang telah bunting dari hasil inseminasi bikinan pada sapi minimal satu kali dalam sehari. Untuk kebersihan kandang peternakan sapi, bersihkanlah lantai kandang dengan memakai air atau desinaktan. Saluran drainase sangkar harus Anda usahakan selalu mengalir tanpa gangguan supaya kandang selalu dalam keadaan kering. Peralatan sangkar mesti Anda bersihkan begitu akhir digunakan. Hindari untuk meminjam perlengkapan antar para peternak untuk menyingkir dari tertularnya penyakit yang bisa terjadi.
Sudah banyak perkara sapi bunting pada peternakan sapi yang tertular penyakit dari pekerja yang merawatnya. Oleh alasannya adalah itu kesehatan pekerja sangkar harus tetap terjaga. Jika pekerja Anda sedang sakit maka sebaiknya tidak diperbolehkan untuk memasuki sangkar sapi yang bunting.
sumber gambar: usahadistribusisapi, ilmuhewan, jendelainfo
postingan terkait sapi:
4 Kunci Sukses Dalam Bisnis Penggemukan Sapi
Pedoman Ternak Sapi Perah, Baca Disini
Pedoman Ternak Sapi Potong, Klik Disini
Komentar
Posting Komentar